Kamis, 27 Maret 2008

istika_p.bind

Kreatifitas Diri

Setiap manusia yang hidup di bumi pasti memiliki beberapa kreatifitas, walaupun terkadang orang itu sendiri tidak menyadarinya. Kreatifitas sangat diperlukan agar manusia itu dapat menjadikan sesuatu yang mungkin tidak berguna bagi orang lain namun bagi kita itu dapat bermanfaat besar. Saya sangat senang sekali mencoba sesuatu yang baru terutama dalam hal memasak. Saya sering sekali mengganti bumbu atau bahan pelengkap dalam resep masakan yang sebenarnya, karena menurut saya itu adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Saa akan sangat merasa lebih senang jika masakan baru yang saya buat sangat disukai oleh orang lain pula. Terutama oleh orang – orang terdekat saya, seperti orang tua, kakak dan adik saya. Selain sering mencoba menu makanan baru saya juga sangat senang mengumpulkan gabus – gabus yang sering digunakan dalam peralatan elektronik, kemudian saya rubah agar dapat terbentuk sebuah bngkai – bingkai unik untuk menaruh foto – foto diri dan teman – teman.

Selasa, 18 Maret 2008

Konflik Remaja Antara Orang tua dan Anak.

Salah satu cerita tentang konflik antara orang tua dan anak yang akan saya ceritakan pada saat saya berusia remaja. Pada bulan juli setelah selesai ujian nasional, di setiap sekolah selalu diadakan acara perpisahan sekolah. Dimana setiap siswa diwajibkan untuk mengikuti acara tersebut, termasuk saya. Dan setiap siswapun sangat antusias dengan acara tersebut. Sewaktu saya meminta izin kepada orang tua saya ternyata mereka tidak setuju jika saya mengikuti acara perpisahan sekolah tersebut, banyak sekali alasan yang orang tua saya katakan agar saya tidak mengikuti acara perpisahan sekolah tersebut. Seperti halnya orang tua saya sangat khawatir dan cemas karna tempatyang akan dituju agak jauh dan karna orang tua takut kurangnya perhatian yang diberikan oleh guru kepada para siswaya. Padahal saya pada saat itu juga sangat senang untuk mengikuti acara tersebut, karna menurut saya acara itu adalah terakhir kalinya saya dan teman - teman dapat berkumpul - kumpul bersama. Saya sangat kecewa sekali terhadap larangan yang diberikan oleh orang tua saya, sehingga pada saat itu saya merasakan kekesalan yang amat sangat terhadap orang tua. Pada saat itu saya sengaja tidak pernah keluar kamar dan berbicara apapun dengan orang tua, saya hanya berdiam diri dikamar dan tidak melakukan hal apapun. Hingga beberapa hari kemudian orang tua saya pun akhirnya mengalah dan menyetujui saya untuk mengikuti acara tersebut. Setelah disetujui saya pun sangat senang dan kemudian pada akhirnya sayapun mau berbicara kepada kedua orang tua saya. Dan kemudian hubungan saya dan orang tua pun kembali membaik.

PERKEMBANGAN PSIKOLOGI REMAJA


Remaja merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 12 tahun sampai 21 tahun. Setiap tahapan usia seseorang, selalu melewati tahap tugas-tugas perkembangan-nya. Bila seseorang gagal melewati tugas perkembangan pada usia yang sebenarnya (sesuai dengan usia kalender-nya), maka pada tahap perkembangan berikutnya akan terjadi suatu masalah pada diri seseorang tersebut. Untuk mengenal lebih jauh tentang kepribadian remaja perlu diketahui tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan tersebut antara lain: 1. Remaja dapat menerima keadaan fisiknya dan dapat memanfaatkannya secara efektif Sebagian besar remaja tidak dapat menerima keadaan fisiknya. Hal tersebut terlihat dari penampilan remaja yang cenderung meniru penampilan orang lain atau tokoh tertentu. Misalnya si Ani merasa kulitnya tidak putih seperti bintang film, maka Ani akan berusaha sekuat tenaga untuk memutihkan kulitnya. Perilaku Ani yang demikian tentu menimbulkan masalah bagi dirinya sendiri dan orang lain. Mungkin Ani akan selalu menolak bila diajak ke pesta oleh temannya sehingga lama-kelamaan Ani tidak memiliki teman, dan sebagainya. 2. Remaja dapat memperoleh kebebasan emosional dari orangtua Usaha remaja untuk memperoleh kebebasan emosional sering disertai perilaku "pemberontakan" dan melawan keinginan orangtua. Bila tugas perkembangan ini sering menimbulkan pertentangan dalam keluarga dan tidak dapat diselesaikan di rumah , maka remaja akan mencari jalan keluar dan ketenangan di luar rumah. Tentu saja hal tersebut akan membuat remaja memiliki kebebasan emosional dari luar orangtua sehingga remaja justru lebih percaya pada teman-temannya yang senasib dengannya. Jika orangtua tidak menyadari akan pentingnya tugas perkembangan ini, maka remaja Anda dalam kesulitan besar. 3. Remaja mampu bergaul lebih matang dengan kedua jenis kelamin Pada masa remaja, remaja sudah seharusnya menyadari akan pentingnya pergaulan. Remaja yang menyadari akan tugas perkembangan yang harus dilaluinya adalah mampu bergaul dengan kedua jenis kelamin maka termasuk remaja yang sukses memasuki tahap perkembangan ini. Ada sebagaian besar remaja yang tetap tidak berani bergaul dengan lawan jenisnya sampai akhir usia remaja. Hal tersebut menunjukkan adanya ketidakmatangan dalam tugas perkembangan remaja tersebut. 4. Mengetahui dan menerima kemampuan sendiri Banyak remaja yang belum mengetahui kemampuannya. Bila remaja ditanya mengenai kelebihan dan kekurangannya pasti mereka akan lebih cepat menjawab tentang kekurangan yang dimilikinya dibandingkan dengan kelebihan yang dimilikinya. Hal tersebut menunjukkan bahwa remaja tersebut belum mengenal kemampuan dirinya sendiri. Bila hal tersebut tidak diselesaikan pada masa remaja ini tentu saja akan menjadi masalah untuk tugas perkembangan selanjutnya (masa dewasa atau bahkan sampai tua sekalipun). 5. Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma Skala nilai dan norma biasanya diperoleh remaja melalui proses identifikasi dengan orang yang dikaguminya terutama dari tokoh masyarakat maupun dari bintang-bintang yang dikaguminya. Dari skala nilai dan norma yang diperolehnya akan membentuk suatu konsep mengenai harus menjadi seperti siapakah "aku" ?, sehingga hal tersebut dijadikan pegangan dalam mengendalikan gejolak dorongan dalam dirinya. Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus pada remaja, antara lain: - Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat - Emosinya tidak stabil - Perkembangan Seksual sangat menonjol - Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat) - Terikat erat dengan kelompoknya Secara teoritis beberapa tokoh psikologi mengemukakan tentang batas-batas umur remaja, tetapi dari sekian banyak tokoh yang mengemukakan tidak dapat menjelaskan secara pasti tentang batasan usia remaja karena masa remaja ini adalah masa peralihan. Dari kesimpulan yang diperoleh maka masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu: 1. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun a. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Cirinya: - Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi - Anak mulai bersikap kritis b. Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. Cirinya: - Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya - Memperhatikan penampilan - Sikapnya tidak menentu/plin-plan - Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib c. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Cirinya: - Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya - Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria 2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun Merupakan masa akhir remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah: - Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis - Mulai menyadari akan realitas - Sikapnya mulai jelas tentang hidup - Mulai nampak bakat dan minatnya Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian dan jiwanya. [sumber :www.iqeq.web.id]

DARSANA SETIAWAN, Drs,M.Si

sumber : darsanaguru.blogspot.com